Saatnya Laskar Pelangi IPB Membayar Hutang Kepada Prof. Andi Hakim Nasoetion* –

Posted on Posted in IPB
(Selasa, 7 Juni 2016)

Indonesia dan laskar pelangi IPB berhutang kepada Prof. Andi Hakim Nasoetion dan tak akan pernah Lunas, apalagi Mahasiswa IPB.

 

Benarkah demikian ?

 

Banyak dari kita pernah membaca dan atau menonton film “Laskar Pelangi”, cerita tentang anak pedalaman Belitong yang mendapat kesempatan belajar sampai ke Perancis. Kisah tentang kenyataan hidup yang sangat mengharukan dan memberikan inspirasi.

 

Saya yakin banyak Laskar Pelangi-Laskar Pelangi Alumni IPB, yang karena ide “Blink” penerimaan mahasiswa jalur undangan tanpa tes dari Prof. AHN telah mendapat kesempatan memperoleh pendidikan yang terbaik dari kampus Institut Pertanian Bogor. Para Laskar Pelangi dari hampir seluruh pelosok Indonesia diundang oleh Beliau untuk diberi kesempatan mendapat pendidikan yang akan merubah jalan hidup Laskar Pelangi itu sendiri dan memberi warna pada perkembangan pertanian dan pembangunan Indonesia.

 

Saya yakin banyak alumni IPB yang pernah dan saat ini menduduki jabatan-jabatan strategis dan pucuk pimpinan baik di pemerintahan maupun di dunia usaha adalah para Laskar Pelangi dari pelosok-pelosok nusantara yang telah diberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan melalui jalur undangan tanpa test “proyek perintis II” ataupun Sistem Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK)..

 

Apakah harapan Prof. AHN mengundang dan memberi kesempatan siswa-siswi terbaik dari seluruh pelosok Nusantara hanya agar kampus IPB penuh dengan Mahasiswa, jawabannya tentu bukan. Masih banyak harapan mulia Beliau terhadap Laskar Pelangi sebagai siswa siswi pilihan terbaik untuk memberikan kontribusinya pada pengembangan pertanian dan pembangunan Indonesia .

 

Sebagian alumni IPB dan warga Kota Bogor, mungkin kenal dengan Imam Soeseno, oleh beberapa komunitas dikenal dengan KBL, Komandan Bajak Laut degan kumis yg melintang lebat. Beliau itu anak Jawa Kerak (istilah utk anak jawa kere yg tinggal di pedalaman sumatera) tapi liat sekarang, siapa berani menyebut Imam Soeseno sebagai Jawa Kerak. Imam Soeseno sudah menjelma menjadi Ir. Imam Soeseno, PhD lulusan Jerman dan sudah menjadi Icon Kota Bogor.

 

Metamorfosis Imam Soeseno, diawali dengan kesempatan yg diberikan oleh Prof. AHN utk mendapat pendidikan terbaik dari Institut terbaik, jika tidak ada program memanggil siswa terbaik dari pelosok pedalaman sumatera, mungkin Imam Soeseno saat ini tetap tinggal di pedalaman sumatera. Tentu akan amat disayangkan apabila intan-intan mentah di seluruh pelosok Nusantara tidak diberi kesempatan untuk diasah dan menjadi berkilau untuk memperkaya pengembangan pertanian dan pembangunan Indonesia.

 

Ada Prof. Asep Saefudin yang mungkin jika tidak dipanggil dan diberi kesempatan bersekolah di IPB, tidak akan jadi Rektor Universitas Trilogi dan dedengkot stastistik. Ada Prof. Rokhmin Dahuri, anak nelayan Desa Gebang Indramayu, Prof Ravenska Rajawane dari Maluku yang saat ini mejadi Profesor di Universitas British Columbia sebagai ahli syaraf di Fakultas Kedokteran universitas tersebut, juga Handry Satriago sebagai CEO General Electric Indonesia dan dunia juga mengenal Prof. Yudi Pawitan sebagai dedengkot ilmu statistik. Masih banyak contoh para Laskar Pelangi yang sukses akibat program “blink” Prof. AHN.

 

Indonesia berhutang kepada Prof. AHN, apalagi Mahasiswa IPB. Itu sudah pasti dan hutang itu tidak akan pernah terbayar sampai kapanpun. Siswa-siswi terbaik dari seluruh pelosok nusantara setelah mendapat pendidikan terbaik dari IPB, Laskar Pelangi ini menyebar keberbagai bidang pengabdian dan memberi kontribusinya kepada NKRI. Itulah hutang yang harus mulai dicuci dan mungkin tidak akan lunas dibayar. Ini merupakan pekerjaan rumah para Laskar Pelangi untuk mulai “mencicil” hutangnya kepada Prof. AHN.

 

Cililan lain para Laskar Pelangi alumni IPB yang harus dibayar adalah memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pertanian untuk Republik ini, melalui berbagai sektor sesuai dengan keahlian dan pekerjaan saat ini.

 

Dan saat ini laskar pelangi IPB, akan membayar hutangnya kepada Prof. Andi Hakim Nasoetion dengan memberi kesempatan kepada tunas-tunas muda laskar pelangi untuk mendapatkan pendidikan terbaik dari IPB, yang sudah terjaring beasiswa “Bidik Misi” namun terhalang mendapatkan pendidikan terbaik dari IPB seperti kita, hanya karena kebijakan pemerintah pusat yang berubah mendadak.

 

 

 

Mari mulai mencicil hutang laskar pelangi IPB kepada Prof. Andi Hakim Nasoetion 

 

——

 

*Ditulis oleh: IG.Mahendra Kusuma, Alumni IPB dan Pengurus DPP HA IPB

SUMBER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *